11.06.2017

terlatih patah hati dengan orang yang sama (06-11-17)

Aku lelah, jujur aku lelah dengan hubungan ini. ingin rasanya aku berpaling dengan sosok yang lebih peduli tapi aku selalu teringat dengan perjuangan dan kebaikannnya. Selelah inikah rasanya berjuang sendirian? Apakah aku sedang berjuang sendirian? Tolong beri tahu aku kapan aku harus berhenti, kapan aku harus terus berjuang. Semua tau kalau sabar ada batasnya, hubungan bukan hanya mengerti tapi juga dimengerti, bukan hanya peduli tapi juga dipedulikan, bukan hanya memberi tapi juga diberi. Cinta punya tanggal kadaluarsa, apakah cintamu untukku semuanya telah kadaluarsa? Apakah kau telah membuang serpihan serpihan sayang yang dulu? Jujur aku sedih, jujur aku sering teringat dan membandingkan keadaan yang dulu dan yang sekarang, tapi aku sadar dengan mengingat ataupun mengungkapkannya pun tak akan merubah keadaan. Semua itu hanya akan membuat luka patah hati ini semakin menganga tanpa tahu kapan keringnya, luka ini seperti luka yang semu, kadang tertutup kemudian terbuka lagi, tanpa ada aba aba

11.01.2017

Abu abu (22-03-17)

Berjalan sendiri di kota orang dengan begitu banyak harapan, namun yang ada di perjalanan semua tampak abu-abu. Lingkungan ini begitu abu-abu, arah yang ingin ku lalui malah terasa tak tampak. Sekarang aku berjalan di keramaian, tapi otak ini terus berfikir, apakah benar ini jalan yang ingin ku tempuh? Apakah benar ini yang aku mau? Begitu banyak pertanyaan bermunculan tanpa tau harus dilimpahkan ke siapa. Sekarang yang baik dan yang tidak terasa sangat kecil perbedaannya, kesenangan sementara membuat aku lupa akan tujuanku yang sebenarnya. Semakin lama aku makin merasa jauh dari yang aku inginkan, namun tak ada satupun yang dapat menjadi penunjuk arah.

Hidup di Kota Besar (16-06-17)

Di dalam hidupnya tiap orang pasti punya tujuan masing masing, ditengah jalan kita mungkin berdampingan kemudian saling menjauh mengambil langkah lebih dekat dengan tujuan masing masing. Sekarang aku tiba di masa dimana tiap orang punya tujuan dan prioritasnya sendiri sendiri, juga berlomba lomba untuk memuaskan dirinya sendiri. Kini bersama tidaklah memiliki arti bersama tapi berarti saling menguntungkan.

Patah Hati (16-06-17)

Entah kenapa aku gak bisa melupakan tiap katamu di malam itu, sekarang aku baru mengerti kalau satu ucapan dapat merubah seseorang. Sampai sekarang kesedihanku masih terasa, ketakutanku masih bertahan, keyakinanku terasa seperti tragedi yang menyedihkan, mungkin ini yang dulu juga kamu rasakan. Walau keinginanku bertahan sangat besar, sekarang akupun tidak tau apakah aku punya kekuatan untuk mempertahankan ataupun melepaskan. Menjalaninya adalah pilihan yang menurutku selalu kita pilih, entah kedepannya waktu yang menyembuhkan atau malah waktu yang memisahkan.

01-11-17

Hidup sendirian dan berada jauh dari keluarga membuat aku merasa sepi dan kehilangan positive vibes. Aku gak punya motivasi apa-apa selain ingin lulus dan membanggakan keluarga biar nanti bisa dapet kerjaan yang layak dan bisa nikah trus jadi ibu yang baik entah nanti akan jadi ibu rumah tangga ataupun wanita karir yang bakal hectic dengan tetap harus concern ke keluarganya. Ya, pikiranku sedangkal itu, hingga sekarang aku sadar bahwa ternyata prosesnya membuat aku menjadi dewasa.

Selama ini aku selalu berada di sekitar orang yang sayang sama aku, pas jauh sangat terasa kalau aku hanya bisa mengandalkan diriku sendiri, tidak bisa lagi bergantung sama orang lain seperti dulu. Positive vibes itu gak harus orang lain, tapi bisa dari diri sendiri juga. Walaupun disini aku punya araf, tapi araf juga punya kesibukannya sendiri dan aku harus mandiri. Sepertinya araf juga membiarkanku untuk bisa lebih mandiri. Mandiri disini bukan Cuma dalam hidup sendiri tapi juga dalam mengambil keputusan. Aku sadar mungkin aku belum sedewasa itu sampai sekarang, tapi lama kelamaan aku mulai terbiasa dalam menentukan pilihan karena keadaan. 

Sekarang sudah mau masuk ke akhir semester 3, sekarang sangat terasa bahwa teman sekolah yang dahulu dekat kini jauh dan tak tau kabarnya bagaimana. Sangat terasa teman datang dan pergi, namun hal itu bukan berarti berteman itu tidak penting, karena seperti sekarang saat jauh dari keluarga, temanlah yang paling dekat dan paling mengerti keadaanku. Aku bersyukur karena disini aku punya teman-teman yang aku tau ada buat aku saat aku mau sharing tentang apapun. Terimakasih kecap abc tersayangku (nama grup kita: kecap abc, rada jayus sih emang hehe) 

Sekarang titin persiapan koas, shanty persiapan internship, mama tahun depan pensiun, papa masih betah pensiunan di rumah dan semoga sehat sehat terus aminn. Tidak bisa dipungkiri yang terpenting dalam hidupku adalah keempat orang itu, orang-orang yang tak pernah absen dalam doaku, apalagi pas jauh. Sekarang sih udah jarang home sick, tapi saat kesepian rasa rindu akan orang-orang itu pasti sering terbesit.

Cerita hidupku masih terus berjalan, entah kejutan apa lagi yang akan aku dapatkan di usia 18 tahun ini. Aku bersyukur dengan keadaanku sekarang, semoga apapun yang terjadi kedepan aku tetap bisa bersyukur dan mengambil pelajaran dari kejadian yang terjadi.

7.11.2017

puyeng

mood parah, pikiran kemana mana and talking to you dont make me better. kadang tuh banyak banget yg berkecamuk di kepala ini sampe yang simple aja jadi ruwet, aku tuh pengennya dikasi tau baiknya gimana, harusnya gimana, harusnya gak usah terlalu banyak yang dipikirin. aku tau sih itu hal dasar yang harusnya aku udah tau, tapi aku pengen dikasi tau, aku klo udah gini rada ga bisa mikir, ga tau harus gimana hmmm. i need an advice lah intinya..

3.21.2017

Pertimbangan hidup

Tau gak sih, dulu tuh aku pengen banget buat keluar dari palu kota kecil ku itu, pengen banget keluar dari zona nyaman, pengen banget gak terikat lagi sama siapa siapa, pengen ngatur diri sendiri lah intinya. Kayaknya seru aja gitu, jadi orang yang mandiri, bisa survive, bisa dapet banyak pengalaman, dan bisa bebas mau ngapain. Itu tuh berawal dari aku lulus smp, aku udah mau sma di luar kota tapi papa gak ngeizinin, dan akhirnya pas kuliah aku daftar semua univ yang di luar kota biar aku bisa kabur dari kota kecilku itu, dan yaa aku berhasil. Sekarang aku kuliah di surabaya, fakultas farmasi universitas airlangga. Gak pernah kebayang sama sekali aku bakal kuliah di kota ini, di kampus ini, apalagi di fakultas ini. Lulus sma tuh aku gak tau mau ngambil fakultas apa, aku sibuk searching, dan yang ada aku malah makin bingung. Singkat cerita aku ngambil fakultas ini karena saran dari mama, dan aku lulus, akhirnya sekarang aku kecemplung deh. Sepupuku rata-rata kuliahnya di kesehatan semua, dominan fk, tapi dulu tuh aku gak berani aja ngambil fk, ngerasa gak mampu gitu loh, sekarang entah nyesel ato gimana kayaknya pengen pindah fk aja, farmasi loh kenyataannya gak semudah yang di bayangkan, dan aku belum dapat suatu kebanggan pribadi atas profesiku nanti. Sekarang sih masih smester 2 ya, tapi kuliahnya kayak udah bikin mumet aja, dan aku masih underestimate sama profesi ini. Aku punya banyak pertimbangan yang masih membingungkan tentang apa yang harusnya aku pilih (dalam hal ini jurusan kuliah ya), di depan mataku hanya ada 2 pilihan yang dua duanya aku belum yakin apa benar itu yang aku mau, dua duanya punya efek yang berbeda, dan tanggung jawab yang berbeda untuk kehidupanku nanti. Pertimbangan disini dalam artian, aku udah mikir sampe nasib waktuku sama keluargaku nanti, apakah aku bisa ngurus keluargaku dengan baik, apakah aku bisa dapetin hasil yang cukup dari karirku, dan apakah aku senang ngejalaninnya nanti. Aku masih belum nemuin passion atau sesuatu yang benar benar yakin aku mau, yang ada dipikiranku hanya gambaran masa depan, jika aku pilih ini maka mungkin aku bakal kayak gini. Dan saat aku nyoba nanyain ke diriku sendiri, emang bener ini yang kamu mau? Jawabannya aku juga gak tau. Sekarang adalah masa-masanya aku mempertimbangkan dan mempertanyakan semuanya di hidupku, tapi aku ngerasa lingkunganku justru membuatnya tampak abu-abu. Aku ngerasa nyaman tapi gak ada tantangan, aku ngerasa masih jauh dari semua harapanku tentang hidupku kedepan. Banyak hal yang ingin aku lakuin, tapi aku bingung, aku bukan orang yang begitu percaya diri dalam melangkah sendiri. Aku udah berada di titik ini, titik yang dulu sangat aku inginkan, tapi ternyata semua gak semudah yang aku bayangkan.